Agustus 2018

Senin, 20 Agustus 2018

RESENSI NOVEL DILAN



RESENSI
1.Identitas Novel               :Judul                   : DILAN (Dia Adalah Dilanku Tahun) 1990
                                             Pengarang           : Pidi Baiq
Tahun terbit         : 2014
Jumlah halaman   : 348 Halaman
Penerbit                : Pastel Books
2.Sinopsis
          Kisah Dilan dan Milea dimulai saat perkenalan mereka di sebuah SMA di Bandung.Mereka bertemu di Tahun 1990 saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung.Perkenalan unik  itulah yang akhirnya membuat Milea kenal Dilan lebih Jauh.Dilan merupakan sosok yang pintar,baik hati,dan romantis.Ia punya cara sendiri untuk mendekati Milea.Meski cara bicaranya terdengar kaku,dan punya cara unik untuk mengenal Milea,tapi sikap inilah yang bikin Milea semakin penasaran dan dekat dengan Dilan.Sayangnya momen manis mereka harus terganggu karena kehadiran Benni yang merupakan pacar Milea yang tinggal di Jakarta.Belum lagi Dilan juga terlibat tawuran dan geng motor.Meski sebenarnya Dilan mampu bikin Milea percaya tujuan perjalanan mereka akan mencapai satu titik yang sama.Perjalanan Kisah kasih Dilan dan Milea yang unik.



3.Analisis Unsur Intrinsik
A.Penokohan
1.Protagonis    : - Milea
                          - Dilan
2.Antagonis     :-Anhar
                         -Benni(Mantan Milea)
3.Tritagonis     :-Wati(Pacar pian)                          Pian
                         -Rani(Teman sekelas Milea)         Ayah Milea
                         -Akew(Teman Dilan)                     Suripto
                         -Disa(adek Dilan)                           Bi Eem                     
                        -Ibu Milea dan Dilan                       Bi Asih
 4.Tokoh badut:-Nandan(sekelas Milea)
                         -Kang Adi(Guru Private Milea)
B.TEMA
     Tema dalam Film DILAN 1990 adalah Percintaan


C.LATAR
  -Latar Waktu   :Pagi,siang,sore,Malam
    -Latar tempat    : Sekolah,Warung Bu Eem,Rumah Milea,Rumah Dilan,ITB,Rumah Milea
   -Latar suasana   :romantis,menyenangkan,dan sebagian adegan menegangkan
E.Sudut Pandang
    Sudut pandang Dalam Film Ini yaitu “AKU dan orang ketiga sebagai tokoh utama “Milea”
F.Amanat
    Di cerita ini mengajarkan kita bahwa kisah cinta bukan dinilai dari harta tapi dari kebahagiaan
G.Gaya Bahasa           
            Menggunakan bahasa sehari-hari,dan sebagian bahasa sunda.
4.Analisis Unsur Ekstrinsik
-Nilai Agama       :Dilan sosok yang taat agama seperti ,mengucapkan salam”assalamwalaikum”,
 -Nilai Sosial        : -Adanya rasa kesetiakawanan yaitu dengan menjenguk Milea saat Sakit
-Nilai Moral       : -Dilan menghormati orang tua nya Dan Dilan orang yang tidak menarik kata-     katanya(Dia datang ke Rumah Milea meskipun Milea berkata ayah nya galak)
-Nilai Budaya     : Menggunakan kata-kata asli Bandung seperti “ikro Milea,kunaon teh….
-Nilai ekonomis  : -Di saat Dilan dan Milea makan bersama mereka Membayar makanan kepada penjual
.Kelebihan Novel
-Bahasa yang digunakan begitu sederhana,tidak norak,namun dapat terasa nuansa romantisme
-Membuat kita berNostalgia ke zaman masa-masa SMA
-Mudah menarik perhatian masyarakat
     6.Kekurangan Novel
     -Beberapa humor terasa garing dan terkesan seperti dipaksakan
     -Sosok panglima perang yang belum menjiwai perannya
     -Pakaian yang terkesan lebih condong ke zaman sekarang
     7.Kesimpulan
Menurut saya Film Dilan tersebut sangat menarik tetapi dibalik kelebihannya tersebut masih ada beberapa kekurangan.Menurut saya film tersebut cocok ditonton oleh anak remaja berusia 17 tahun keatas,karena didalam cerita tersebut menceritakan kisah kasih anak SMA.






Jumat, 03 Agustus 2018

Polisi: Begal Sekarang Tidak Nodong, Langsung Tembak Korban


Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkap adanya pergeseran pola aksi begal  terhadap korbannya. Mereka kini langsung melukai korban tanpa banyak berpikir.
"Kalau dulu polanya begal motor itu kalau dia enggak dapat barangnya, dia nodong dengan senjata tajam, senjata api. Kalau sekarang tidak ada nodong-nodong lagi, langsung dia tembak," tutur Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

Setyo menyebut, senjata api yang digunakan oleh para pelaku pidana jalanan memang banyak diperoleh dari kawasan Lampung. Pihak kepolisian sebenarnya juga telah melakukan tindakan nyata untuk menekan peredarannya.
"Senjata yang beredar di begal-begal itu senjata rakitan. Dia tidak bisa didata karena tidak masuk dalam data pengawasan badan intelijen keamanan. Yang di Baintelkam itu pabrikan, ada serinya nomornya, surat-surat jelas, termasuk yang dipakai perbakin," jelas dia.
Berdasarkan penelitian, biasanya para penjual senjata api rakitan di Lampung menggunakan metode pemasaran lewat sopir truk dan pengemudi angkutan barang yang melintas. Mereka menjual di kisaran harga Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta dan mendapat tiga sampai lima butir peluru.
"Yang penting untuk penyebaran senjata rakitan ini, informasi dari masyarakat (perlu). Pembuat-pembuat senjata rakitan itu yang tahu masyarakat. Saya mohon cepat lapor (saat mengetahui). Kalau cepat lapor, pasti cepat ditangani. Kalau enggak ada yang lapor, polisi tahu, cuma cukup lama," ujar Setyo.

1 of 2

Diimbau Waspada

Selain aktif melaporkan jika mengetahui adanya peredaran dan penjualan senjata api di daerahnya, polisi juga mengimbau masyarakat agar dapat waspada. Termasuk juga bijaksana dalam menampilkan barang berharga di muka umum.
"Pakai perhiasan yang tidak perlu lah naik bis kota. Pakai kalung, gelang. Selama itu ada kesempatan, pasti orang yang tidak punya niat pun akan terpancing. Itu teori klasik," Setyo menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:
Diimbau Waspada

Tag Terkait